Mudik Nekat Pakai Jalur Laut, Ini Kisah Warga Mundu Cirebon

Mudik Nekat Pakai Jalur Laut, Ini Kisah Warga Mundu Cirebon
Photo ilustrasi : Warga Mundu Cirebon Mudik lewat Jalur Laut

CIREBON - Sejumlah warga Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, terpaksa mudik lewat laut dari Jakarta ke Cirebon, karena khawatir dengan adanya penyekatan dan diputar balik atas aturan larangan dari pemerintah.

Warga yang merupakan nelayan rajungan ini menempuh perjalanan dua hari dua mengarungi lautan untuk tiba di wilayah Cirebon.

Salah satu nelayan Mundu, Hasan Basri mengatakan, dirinya bersama dengan nelayan Mundu lainnya menempuh perjalanan melintasi lautan dari Jakarta ke Cirebon.

“Sabtu malam dari Jakarta. Baru pada sampai ke Mundu. Semua dari Jakarta naik perahu, ” ujarnya.

Hasan mengatakan dirinya dan nelayan lainnya sebelumnya mencari rajungan di perairan Jakarta. Sebab, tangkapan ini tidak ada di wilayah Cirebon.

Biasanya, para nelayan menggunakan bus untuk bolak Cirebon-Jakarta. Namun karena ada pengetatan dan larangan mudik, akhirnya mereka menggunakan perahu.

“Mau pulang pakai bus ke Cirebon, tetapi takutnya disuruh balik lagi. Katanya pemerintah melarang mudik, jadi kita pulang ke Cirebon bawa balik lagi perahu kita ke Cirebon, ” ujarnya.

Hasan mengatakan dirinya mudik gunakan perahu tidak sendirian. Ada kurang lebih 20 perahu yang berangkat dari Jakarta ke Cirebon.

“Kalau perahu jarak jauh harus barengan, kita khawatir ada sesuatu kalau sendirian, di laut kan cuacanya tidak menentu, ” ungkapnya.

Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon menggunakan perahu memakan waktu yang cukup lama. Bisa menghabiskan waktu dua hari dua malam. Itu pun tidak berenti.

Begitupun biaya solar cukup besar untuk menggunakan perahu mudik ke Cirebon.

“Solarnya antara Rp800 ribu sampai satu juta. Belum untuk makan minum selama di perahu, ” ujarnya. (***/NANG SURYA)

MUNDU CIREBON JAWA BARAT
Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Previous Article

Gubernur Jabar Tinjau Agrowisata Cipandewa...

Next Article

Gempa Guncangkan Kota Bogor, Bima Arya dan...

Related Posts